Saya membuka situs berita online detik.com, ada berita seputar pemanggilan Jusuf Kalla (JK) ke Istana Negara, banyak isu yang sedang berputar membangun opini publik tentang pertemuan itu. Mulai dari isu politik sampai pada isu silaturahmi. Juru bicara presdien Julian Pasha mengatakan, agenda pertemuan itu adalah agenda silturahmi antara SBY dengan JK. Silaturahmi ini sudah sering dilakukan di istana ungkap Julian Pasha.
JK, selama menjadi wakil presiden dikenal dengan terobosan yang sangat luar biasa, mulai dari kecepatannya menyelesaikan berbagai macam permasalahan didalam negeri, tanggap darurat akan isu-isu yang berkembang, hingga menjadi juru runding “arsitek” dalam perdamaian Aceh. Dalam hati saya terus bertanya apakah JK tidak memikirkan lagi urusan asmaranya, hal ini tentunya ingin saya kaitkan seputar kehidupan seorang pemuda yang sedang dilingkari oleh asmara. Antara prestasi dan frustasi.
Asmara merupakan hal yang sangat penting dalam perjalanan hidup manusia, ada orang yang bangkit karena kekuatan asmaranya, ada juga yang terpuruk dan jatuh kedalam lubang penderitaan karena ketidak beresan asmaranya. Inilah hidup, penuh dengan jebakan asmara. Sebagian Insan manusia tidak akan pernah terlepas dari permsalahan ini.
Pak JK sekarang sudah pasti tidak memikirkan hal itu lagi. Misi beliau adalah mengabdi sebesar besarnya kepada kehidupan sosial masyarakat dan menjadikan pikiran dan tenaga untuk kepentingan bersama, semua hal diatas sudah pasti terlaksana karena urusan asmara pak JK sudah selesai. Artinya pak JK tidak lagi terbeban dengan masalah asmara, karena semasa remaja pak JK sudah pernah merasakan bagaimana indahnya kehidupan asmara, tentunya beliau sudah melewati fase yang sangat berat itu dengan berbagai macam cobaan.
Mari kita Bandingkan dengan seorang pemuda yang sedang digoyang asmara, pemuda cenderung akan merasa frustasi ketika urusan asmaranya macet. Semua pekerjaan yang seharusnya dikerjakan akan terbengkalai karena urusan asmara. Cita-cita kedepan menjadi berantakan, pergaulan dengan teman menjadi macet, kurang semangat dalam menjalankan sisa hidup didunia, frustasi dan mudah putus asa.
Itulah sekelumit hal yang membuat seorang pemuda menjadi tidak produktif dalam bertindak dan berfikir. Hanya gara-gara permasalah asmara yang macet. Padahal jika ingin sedikit lebih dewasa dalm berfikir, bukankah cita cita kedepan itu jauh lebih penting dan mahal harganya dari pada harus di barter dengan urusan asmara.
Banyak orang tua yang menasehati anak-anaknya untuk lebih fokus kepada cita-cita dulu baru kemudian dilanjutkan dengan asmara. Tapi, seberapa banyak anak yang mau mendengarkan dan menuruti nasehat orang tuanya. Kebanyakan anak-anak dewasa ini, lebih mengikuti keinginan sendiri dari pada menuruti keinginan orang tuanya.
Orang tua mana yang tidak menginginkan anaknya menjadi anak yang terbaik unggul disemua bidang. Orang tua pasti bangga dengan prestasi jika kita mendapatkan juara kelas di sekolah dulu. Pengalaman orang tua juga sebelum memasuki fase pernikahan persis seprti kisah pak JK, orang tua kita tentunya sudah terlebih dahulu berpengalaman dalam berbagai hal kehidupan didunia. Seluk beluk kehidupan asmara tentunya sudah menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Setidaknya banyak orang tua yang sudah merasakan jika pendidikan itu jauh lebih penting dari pada hanya sekedar urusan asmara.
Yang menjadi permasalahan sekarang adalah banyak anak anak yang belum pernah melewati masa-masa sulit itu, cenderung masa anak adalah masa dimana proses pencarian jati diri sedang berlangsung. Sehingga dibutuhkan pengawasan esktra ketat dari orang tua dan keluarga besar.
Tentunya orang tua tidak bisa memaksakan metode lama dalam mendidik anak-anaknya. Orang tua dituntut mendidik anaknya sesuai dengan perkembangan jaman, karena jaman orang tua dulu berbeda dengan jaman anaknya sekarang. Artinya didikan orang tua dahulu tidak sama dengan didikan jaman modern sekarang. Faktor waktu sangat mempengaruhi bagaimana sikap anak dan orang tua itu terlihat berbeda, tinggal bagaimana orang tua bisa memahami keadaan tersebut.
Akhirnya, masalah asmara bukanlah masalah terlarang bagi insan manusia yang hidup didunia ini. Sebagian orang memaknainya sebagai hubungan yang suci dan harus dijaga serta dibina dengan baik. Sebagian orang lainnya menganggap asmara adalah penambah semangat, dengan asmara hidup menjadi lebih cerah, terarah dan senang, insan manusia mampu melaksanakan segala sesuatu dengan baik dan tepat waktu. Tapi, Banyak juga orang terpuruk karena asmara. Ada juga orang yang memanfaatkan asmara sebagai loncatan tertinggi dalam menggapai cita-cita. Tinggal kita memilih janlan mana, asmara macet atau asmara lancar...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar