Senin, 07 Februari 2011

KEMENANGAN INDEPENDEN


Hari ini, setelah mahkamah konstitusi men=mutuskan tentang calon ondependen diAceh, banyak pihak yang mulai menaruh haprapan besar terhadap calon independen di aceh. Terutama pihak-pihak yang selamna ini tidak mendapatkan tempat yang layak dijajaran partai politik.
Hal ini menunjukan bahwa diaceh calonondependen yang diatur dalam UU pemerintahan aceh yang hanya mengatur tentang satu kali pencalonan independen di aceh. Ini artimya jika kita pahami bahwa calon yang di kehendaki UUPA adalah satu kali, setelah itu setiap pencalonan pemimpin daerah di aceh baik gubernur maupun bupati dan walikota maka harus melalui partai politik, baik lokal maupun nasional.
Anilisis penulis menunjukan bahwa dulu sangat di kuasai oleh partai politik nasional, yang kemudian membuat khawati orang-ornag yang baru  berdamai dengan pemerintah indoensia tidak dapat mendapat memenangkan kepala daerah, karena dulu memang aceh sangat dikuasi oleh partai nasional. Para kombatan belum mempunyai kenderaan politik utk dapat mengusung kepala daerah dari partai politik sehingga hanya mengandalkan KPA. Terbukti tanpa partai politikpun calonindependen di aceh dapat menunjukan taringnya. Independen menjadi pemenang di aceh.
Banyak alasan yang menunjukan independen layak di perhitungkan kembali di aceh, jika dulu masyarakat aceh jenuh akan parpatai politik yang ada.kerenan memang partai politik yang ada tidak membawa perubahan yang ada terhadap harapan masyarakat aceh. Sehingga kejenuhan masyarakat memuncak dan tidak mempercayai calon dari partai politik. Sehingga indepeden menjadi alternatif.
Dulu, calon independen yang telah jelas diatur dalam UUPA hampir tidak dimanfaat oleh calon pemimpin daerah yang ada, kemudian muncul beberrapa calon yang memang maju atas nama independen, sedrhana saja alasam yang kemukakan oleh salah satu calon gubernur pada saat itu, karena aceh sudah memperjjuangkan calon independen maka sayang untuk tidak dipergunaakan.
Hari ini setelah sekian lama menunggu, masyarakat aceh kembali memperoleh harapan baru. Karena Mahkamag konstitusi dengan amar putusannya mengesahkan kembali calon independen di aceh. Sehingga pasal 256 tidak berlaku lagi dia ceh selamanya. Perdebatan yang muncul selama setahun ini, baik melalui seminar dan workshop. Ada yang jelas-jelas menginginkan kalau masyarakat aceh jangan mejuducial review UUPA terutama pasal 256 ke Mahkamah kontitusi, alasannya karena jika hal ini dilakukan maka akan mencederai UUPA itu sediri dan akan muncul judicial reviuw pasal-pasal lainnya, alasan ini di motori oleh partai besar di aceh baik lokal maupun nasional, secara tersirat partai besar di acehjelas-jelas sangat tidak mengkehendaki calon independepen aceh karena bisa mereduksi kewenangan partai besar diaceh dan bisa mengakibatkan harga partai semakin murah. Teentunya hal ini tidak diinginkan oleh partai nasional.
Kemudian, pihak-pihak yang mengkehendaki calon independen di Aceh, mengemukakan alasan kalau independen dia ceh maka telah mencederai hak-hak dasar manusia sebagai warga negara indonesia. Dan tentunya hal yang sangat digembar gemborka adalah mengenai demokrasi yang sedang berjalan di indoenesia, sehingga hak utk memilih dandipilih menjdi mutlak untuk dilakukan. Partai politik kecil (gurem) terutama yang tidak mendapatkan kursi diparlemen yang memotori gerakan ini.
Diperkirakan jika calon independen yang tidak disahkan oleh Mahkamah konstitusi maka partai politik akan memasang tarif super mahal. Istilah dalam perdagangan jika suatu barang sudah tidak laku dalam jangka waktu yang lama maka barang tersebut akan dilelang dengan harga super murah (diskon). Atau jika suatu barang akan memasuki masa kadaluarsa maka barang tersebut harus dijual dengan harga murah atau terpaksa dibuang dan tidak bisa digunakan sama sekali. Itulah analogi sederhana yang coba penulis ungkapkan karena memang untuk kondisi saat ini partai politik tidak punya pilihan lain selain menurunkan tarifnya, jika tetap memasang tarif yang tinggi maka siap-sipalah tidak akan ada yang memebelinya dan siap-siap juga menjadi partai politik yang tidak memiliki kapsitas apapun dalam pemilhan kepala daerah tahun 2011 ini. Memang ada kerugian yang sangat besar pasca putusan MK hari ini. Tapi parpol juga harus tahu diri jika persaingan yang ada sangat ketat. Independen dan parpol harus Mencoba untuk menjadi sales yang baik untuk pembeli yang cerdas tahun 2011 nanti.
Dibanyak daerah memang banyak calon independen yang kalah dalam bertarung di pemilukada, tapi tentunya hal tersebut tidak berlaku di aceh, aceh mempunyai keunikan tersendiri dalam memahami kemenangan calon independen. Hemat penulis independen jauh lebih mempunyai nilai tawar terhadap bergaining politik yang akan dibangunnya sendiri. Jika pada parpol harus diakui memang mesin politiknya sudah ada dan tinggal digerakan saja, tapi tentunya jika sudah demikian banyak kepentingan dalam tubuh parpol dan akhirnya team dan mesinnya menjadi pecah, sehingga tidak solid dalam memenangkan calonnya. Disinilah letak kekutan independen dalam menumbuhkan kesolidan team menuju kemenangan.
Diakhirnya tulisan ini, penulis ingin menyampaikan jika calon independen sudah menang satu langkah di Aceh, tinggal menggapai langkah selanjutnya. Lalu siapakah yang akan mengemis dalam pemilukada nanti, Independen atau partai politik.
***

PILIH MANA, ASMARA MACET ATAU ASMARA LANCAR


Saya membuka situs berita online detik.com, ada berita seputar pemanggilan Jusuf Kalla (JK) ke Istana Negara, banyak isu yang sedang berputar membangun opini publik tentang pertemuan itu. Mulai dari isu politik sampai pada isu silaturahmi. Juru bicara presdien Julian Pasha mengatakan, agenda pertemuan itu adalah agenda silturahmi antara SBY dengan JK. Silaturahmi ini sudah sering dilakukan di istana ungkap Julian Pasha.

JK, selama menjadi wakil presiden dikenal dengan terobosan yang sangat luar biasa, mulai dari kecepatannya menyelesaikan berbagai macam permasalahan didalam negeri, tanggap darurat akan isu-isu yang berkembang, hingga menjadi juru runding “arsitek” dalam perdamaian Aceh. Dalam hati saya terus bertanya apakah JK tidak memikirkan lagi urusan asmaranya, hal ini tentunya ingin saya kaitkan seputar kehidupan seorang pemuda yang sedang dilingkari oleh asmara. Antara prestasi dan frustasi.
Asmara merupakan hal yang sangat penting dalam perjalanan hidup manusia, ada orang yang bangkit karena kekuatan asmaranya, ada juga yang terpuruk dan jatuh kedalam lubang penderitaan karena ketidak beresan asmaranya. Inilah hidup, penuh dengan jebakan asmara. Sebagian Insan manusia tidak akan pernah terlepas dari permsalahan ini.
Pak JK sekarang sudah pasti tidak memikirkan hal itu lagi. Misi beliau adalah mengabdi sebesar besarnya kepada kehidupan sosial masyarakat dan menjadikan pikiran dan tenaga untuk kepentingan bersama, semua hal diatas sudah pasti terlaksana karena urusan asmara pak JK sudah selesai. Artinya pak JK tidak lagi terbeban dengan masalah asmara, karena semasa remaja pak JK sudah pernah merasakan bagaimana indahnya kehidupan asmara, tentunya beliau sudah melewati fase yang sangat berat itu dengan berbagai macam cobaan.
Mari kita Bandingkan dengan seorang pemuda yang sedang digoyang asmara, pemuda cenderung akan merasa frustasi ketika urusan asmaranya macet. Semua pekerjaan yang seharusnya dikerjakan akan terbengkalai karena urusan asmara. Cita-cita kedepan menjadi berantakan, pergaulan dengan teman menjadi macet, kurang semangat dalam menjalankan sisa hidup didunia, frustasi dan mudah putus asa.
Itulah sekelumit hal yang membuat seorang pemuda menjadi tidak produktif dalam bertindak dan berfikir. Hanya gara-gara permasalah asmara yang macet. Padahal jika ingin sedikit lebih dewasa dalm berfikir, bukankah cita cita kedepan itu jauh lebih penting dan mahal harganya dari pada harus di barter dengan urusan asmara.
Banyak orang tua yang menasehati anak-anaknya untuk lebih fokus kepada cita-cita dulu baru kemudian dilanjutkan dengan asmara. Tapi, seberapa banyak anak yang mau mendengarkan dan menuruti nasehat orang tuanya. Kebanyakan anak-anak dewasa ini, lebih mengikuti keinginan sendiri dari pada menuruti keinginan orang tuanya.
Orang tua mana yang tidak menginginkan anaknya menjadi anak yang terbaik unggul disemua bidang. Orang tua pasti bangga dengan prestasi jika kita mendapatkan juara kelas di sekolah dulu. Pengalaman orang tua juga sebelum memasuki fase pernikahan persis seprti kisah pak JK, orang tua kita tentunya sudah terlebih dahulu berpengalaman dalam berbagai hal kehidupan didunia. Seluk beluk kehidupan asmara tentunya sudah menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Setidaknya banyak orang tua yang sudah merasakan jika pendidikan itu jauh lebih penting dari pada hanya sekedar urusan asmara.
Yang menjadi permasalahan sekarang adalah banyak anak anak yang belum pernah melewati masa-masa sulit itu, cenderung masa anak adalah masa dimana proses pencarian jati diri sedang berlangsung. Sehingga dibutuhkan pengawasan esktra ketat dari orang tua dan keluarga besar.
Tentunya orang tua tidak bisa memaksakan metode lama dalam mendidik anak-anaknya. Orang tua dituntut mendidik anaknya sesuai dengan perkembangan jaman, karena jaman orang tua dulu berbeda dengan jaman anaknya sekarang. Artinya didikan orang tua dahulu tidak sama dengan didikan jaman modern sekarang. Faktor waktu sangat mempengaruhi bagaimana sikap anak dan orang tua itu terlihat berbeda, tinggal bagaimana orang tua bisa memahami keadaan tersebut.
Akhirnya, masalah asmara bukanlah masalah terlarang bagi insan manusia yang hidup didunia ini. Sebagian orang memaknainya sebagai hubungan yang suci dan harus dijaga serta dibina dengan baik. Sebagian orang lainnya menganggap asmara adalah penambah semangat, dengan asmara hidup menjadi lebih cerah, terarah dan senang, insan manusia mampu melaksanakan segala sesuatu dengan baik dan tepat waktu. Tapi, Banyak juga orang terpuruk karena asmara. Ada  juga orang yang memanfaatkan asmara sebagai loncatan tertinggi dalam menggapai cita-cita. Tinggal kita memilih janlan mana, asmara macet atau asmara lancar...

GEISHA TERIAKAN MEULABOH


Konser Geisha yang kedua kalinya digelar dikota banda aceh. Malam tanggal 9 januari 2011. Konser yang digelar di taman sari itu dihadiri oleh ribuan pasang mata. Letak taman sari tidak jauh dari masjid Raya Baiturahman, masjid kebanggaan masyarakat Aceh, Kemudian taman sari tepat berada didepan kantor walikota banda aceh dan kantor wilayah Departemen Agama Provinsi Aceh.
Sebelum penampilan geisha ada beberapa band lokal yang nampil, serta lagu ngerap “hip-hop” ala anak-anak kota Banda Aceh. Kemudian ada juga Pembagian hadiah berbagai ajang perlombaan yang dilaksanakan oleh panitia penyelenggara.  Mulai dari pentas musik hingga lukisan, banyak perlombaan yang diselenggarakan, saya tidak hafal satu persatu perlombaan apa saja.
Penampilan malam agak sedikit terganggu dengan kualitas sound system yang sangat rendah, beberapa kali soud system hampir mati kemudian muncul lagi, sehingga performa beberapa band tidak terlihat bagus hanya gara-gara sound system. Hal ini dibenarkan oleh teman saya, yang kebetulan ahli dalam bidang musik, kritikannya adalah “kenapa suara gitarnya tenggelam dengan suara alat musik yang lain”.
Geisha menampilkan tiga lagu hits sekaligus, kemuadian menyapa penonton. Hal yang agak membuat saya terkejuta adalah saat Geisa meneriakan apa kabar Meulaboh. Tentunya hal ini sangat aneh buat saya, karena memang sebelumnya yang keluar dari perkataan geisha adalah nama Aceh. Tidak nama meulaboh begitu populer di mata grup band geisha.
Kemudian saya bertanya kepada temen yang berdiri disebelah saya. Kira-kira kenapa geisha malam ini menyapa masyarakat meulaboh, apa penyebabnya??? Spontan teman saya menjawab, ini karena berkah dari tsunami, karena meulaboh merupakan salah satu daerah yang paling parah terkena dampak tsunami dan media memberitakan meulaboh dengan sangat baik pada saat itu.
Saya mulai memahami jawaban dari teman saya. Ternyata bencana juga bisa membuat nama daerah itu menjadi besar. Tidak hanya olah raga dan wisata yang membuat nama daerah itu menjadi besar. Bencan juga mampu menyumbang tenaga untuk membesarkan anam sebuah daerah. Kalau sudah begitu Tugas selanjutnya adalah mampukan masyarakat disana mempertahankan nama besarnya dengan keunikan lain atau hanya terpaku dengan keadaan yang ada.

DOSEN JUGA HARUS DI BERI NILAI.


Prof. Komarudin Hidayat (Rektor Universitas Islam Syarif hidayatullah, Jakarta) menulis di akun twitternya “dosen juga perlu diberi rapor oleh masiswanya”. Seorang Rektor dengan segala kapasitas yang ia miliki dan dengan intergritas tinggi masih memiliki rasa kekhawatiran yang mendalam akan tindak tanduk seorang dosen dikampus.
Jakarta merupakan kota besar dengan segala kompleksitasnya, banyak universitas yang berdiri sana. Dengan segala jurusan dan berbagai latar belakang pendidikan. Kampus-kampus di Jakarta juga memiliki berbagai karakteristik, mulai dari kampus favorit sampai kepada kampus kampus elite. Sama halnya dengan daerah lain, Bedanya adalah kampus di Jakarta jauh lebih tua dan berpengalaman. Dengan segala pengalaman asam garam, naik turunnya suatu prestasi, besar kecilnya jumlah mahasiswa, hal ini merupakan penentuan dari berbagai stakeholder yang ada dikampus mulai dari sarana kampus, pimpinan (dekan, rektor dan ketua jurusan), dosen dan mahasiswanya. Semuanya saling bahu membahu dalam mengembangkan kampus menjadi yang terbaik. Sehingga mempunyai prestasi dalam berbagai bidang dalam persaingan dunia pendidikan saat ini.
Lazimnya seluruh dunia pendidikan dikampus melakukan proses perkuliahan dengan sistem semester. Kemudian melakukan ujian akhir diujung semester. Setelah ujian selesai maka hasilnyapun akan keluar dalam bentuk huruf, bisa jadi huruf yang keluar adalah Huruf A, B, C, D, E dan X. Itulah huruf yang telah menjadi kesepakatan dan sudah menjadi kewajiban. Mahasiswa bekerja keras dalam satu semester dalam memperjuangkan huruf yang terbaik, setlah belajar keraspun dilakukan sepanjang hari berjuang, akhirnya nilai terbaik yang diperjuangkan itu sepenuhnya berada ditangan seorang dosen.
Sebaik apapun perjuangan keras jika tidak diimbangi dengan niat yang baik  dan tulus tentunya hasil ujiannya juga setengah baik, katakanlah ada hasil ujian yang sebelumnya menggunakan resep dokter (kopekan) dalam mememukan jawaban ujian. Banyak masalah yang dihadapi oleh mahasiswa itu sendiri dalam menggapai nilai yang terbaik. Segala usaha dikerahkan demi akhir yang manis. Walaupun kemudian dilakukan dengan cara yang tidak lazim, setidaknya mahasiswa telah menunjukan kapasitasnya dalam memperjuangkan haknya.
Akhirnya perjuangan yang panjang itu akan diketahui hasilnya dengan selembar kertas, kalau dulu di masa sekolah sangat populer dengan sebutan rapor maka dalam dunia kampus hasil dari perjuangan panjang itu lebih populer dengan nama Kartu hasil Studi (KHS), kebanyakan kampus menggunakan dengan istilah KHS. Tapi, tergantung kampus mana yang menggunakan istilah tersebut. Tidak masalah dengan perbedaan itu.
Agaknya sedikit tidak fair jika mahasiswa yang terus-terusan ditekan dalam memperoleh nilai yang baik, mahasiswa juga cenderung dipaksakan oleh sistem yang dipakai oleh seorang dosen sehingga mahasiswa tidak banyak pilihan dalam mengembangkan kemampuannya. Mau tak mau, suka tidak suka sistem yang diterapkan oleh dosen harus diikuti.
Sebenarnya jika dikaji lebih mendalam, dalam tataran kampus banyak aturan yang mewajibkan dosen untuk mematuhi aturan proses perkuliahan yang telah ditetapakan oleh pimpinan fakultas masing-masing, cenderung peraturan antar fakultas berbeda berbeda, hal ini boleh disebabkan oleh mata kuliah yang berbeda atau jurusan yang berbeda. Ada satu bagian perkuliahan yang wajib diilaksanakan secara umum baik aturan dan mekanismenya, hal itu terdapat dalam pengelolaan mata kuliah Umum.
Kemudian jika kita melihat, secara umum nama besar universitas tidaklah sehebat manusia yang ada didalamnya. Nama besar itu bisa jadi diwariskan oleh pendahulu, tentunya dengan kerja keras mereka. Tapi nama besar itu seiring waktu akan sirna jika tidak ada generasi penerus dan generasi pelurus dalam institusi yang sangat kita banggakan itu.
Dosen mempunyai peran penting dalam mencetak generasi penerus dan pelurus bangsa ini. Bisa dibayangkan jika seorang dosen tidak mempunyai kapasitas dalam menyampaikan materinya, tidak mampu menyajikan materi kulaih dengan baik, jarang masuk kelas dengan alasan sibuk diluar. Akhirnya mahasiswa yang diperas untuk memahami keadaan yang tidak menguntungkan itu. Mahasiswa tak punya pilihan.
Masalah dosen bolos juga menjadi perhatian yang sangat serius dalam dunia kampus, lihatlah dosen yang sering keluar masuk sesuka hatinya, kemudin yang sangat parah adalah tidak adanya kejelasan tentang masuk tidaknya seorang dosen keruang kelas. Kalau sudah begini Yang dirugikan juga mahasiswa, katakanlah jika seorang dosen tidak masuk kemudian mahasiswa dipaksa untuk menerima kuliah dengan jam tambahan. Hal ini dlakukan semata-mata hanya untuk mengejar target absen, Untuk memenuhi syarat ujian dan pertemua saja.
Lalu pertanyaannya apakah hanya dosen yang mempunyai jadwal sibuk diluar? Apalah mahasiswa tidak punya kegiatan lain? Inilah kekonyolan yang ditebar, dengan alasan sibuk diluar maka dosen sesuka hatinya mengganti jadwal kuliah, dan mahasiswa tidak punya pilihan. Bukankah sebelumnya mereka sudah pernah disumpah atas nama ALLAH untuk mengabdikan dirinya kepada kampus, dengan segala kosekuensinya.
Nampaknya Rupiah jauh lebih banyak berbicara dari pada hati nurani. Dengan kapasitas yang dimiliki seorang dosen tentunya banyak mendapat tawaran rupiah yang dangat menggiurkan. Kemudian yang sangat menyedihkan mereka mengatasnamakan ini sebagai bagian dari TRI DHARMA perguruan tinggi. Kata Pegabdian menjadi alasan yang sangat tepat untuk mendukung kebolosan dosen tersebut. Saat ditanya, hampir sebahagian besar dosen pasti menjawab ini bagian tri dharma, jadi tidak ada yang salah, sementara mahasiswa yang seharusnya mendapatkan haknya ditelantarkan. Inikah namanya Tri Dharma perguruan tinggi.
Akhirnya, apa yang dikatakan pak Komarudin perlu untuk dipikirkan kembali. Bahwa mahasiswa berhak memberi rapor (KHS) kepada dosennya sendiri. Sehingga secara umum kita dapat mengetahui kwalitas seorang dosen dalam memberi perkuliahan dikampus. Penilaian yang diberikan seobjektif mungkin. Lagian seorang dosen juga harus diberi saran dan kritikan. Bukankah kita tidak dapat menilai diri kita sendiri, tapi orang lain yang harus memberi penilaian baik atau buruk. Dosen juga harusnya seperti itu mau dan terbuka diberi rapor oleh mahasiswanya. Jangan hanya pada saat sertifikasi mencari dan mendekati mahasiswa untuk mengisi lembaran penilaian untuk dosen. pertanyaannya sekarang adalah Akankah dosen mau di beri Rapor dan akankah mahasiswa berani memberi rapor kepada dosennya???